judul

Rabu, 08 Desember 2010

Pengertian Perubahan Kebudayaan


Pengertian perubahan kebudayaan adalah  suatu keadaan dalam masyarakat yang terjadi karena ketidak sesuaian diantara unsur-unsur kebudayaan yang saling berbeda sehingga tercapai keadaan yang tidak serasi fungsinya bagi kehidupan.
Contoh :
þ    Masuknya mekanisme pertanian mengakibatkan hilangnya beberapa jenis teknik pertanian tradisional seperti teknik menumbuk padi dilesung diganti oleh teknik “Huller” di pabrik penggilingan padi. Peranan buruh tani sebagai penumbuk padi jadi kehilangan pekerjaan.
Semua terjadi karena adanya salah satu atau beberapa unsur budaya yang tidak berfungsi lagi, sehingga menimbulkan gangguan keseimbangan didalam masyarakat. Perubahan dalam kebudayaan mencakup semua bagian yaitu : kesenian, ilmu pengetahuan, teknologi dan filsafat bahkan perubahan dalam bentuk juga aturan-aturan organisasi social. Perubahan kebudayaan akan berjalan terus-menerus tergantung dari dinamika masyarakatnya.

Ada faktor-faktor yang mendorong dan menghambat perubahan kebudayaan yaitu:

a.    Mendorong perubahan kebudayaan
þ    Adanya unsur-unsur kebudayaan yang memiliki potensi mudah berubah, terutama unsur-unsur teknologi dan ekonomi ( kebudayaan  material).
þ    Adanya individu-individu yang mudah menerima unsure-unsur perubahan kebudayaan, terutama generasi muda.
þ    Adanya faktor adaptasi dengan lingkungan alam yang mudah berubah.

Menghambat perubahan kebudayaan
þ    Adanya unsur-unsur kebudayaan yang memiliki potensi sukar berubah   
    seperti :adat istiadat dan keyakinan agama ( kebudayaan non material)
þ    Adanya individu-individu yang sukar menerima unsure-unsur perubahan terutama generasi tu yang kolot.

Ada juga  faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan kebudayaan :
1.    Faktor intern
·    Perubahan Demografis
Perubahan demografis disuatu daerah biasanya cenderung terus bertambah, akan mengakibatkan terjadinya perubahan diberbagai sektor kehidupan, c/o: bidang perekonomian, pertambahan penduduk akan mempengaruhi persedian kebutuhan pangan, sandang, dan papan.
Konflik social
Konflik social dapat mempengaruhi terjadinya perubahan kebudayaan dalam suatu masyarakat. c/o: konflik kepentingan antara kaum pendatang dengan penduduk setempat didaerah transmigrasi, untuk mengatasinya pemerintah mengikutsertakan penduduk setempat dalam program pembangunan bersama-sama para transmigran.
Bencana alam
Bencana alam yang menimpa masyarakat dapat mempngaruhi perubahan c/o; bencana banjir, longsor, letusan gunung berapi masyarkat akan dievakuasi dan dipindahkan ketempat yang baru, disanalah mereka harus beradaptasi dengan kondisi lingkungan dan budaya setempat sehingga terjadi proses asimilasi maupun akulturasi.
Perubahan lingkungan alam
Perubahan lingkungan ada beberapa faktor misalnya pendangkalan muara sungai yang membentuk delta, rusaknya hutan karena erosi atau perubahan iklim sehingga membentuk tegalan. Perubahan demikian dapat mengubah kebudayaan hal ini disebabkan karena kebudayaan mempunyai daya adaptasi dengan lingkungan setempat.

2.       Faktor ekstern

Perdagangan
    Indonesia terletak pada jalur perdagangan Asia Timur denga India, Timur Tengah bahkan Eropa Barat. Itulah sebabnya Indonesia sebagai persinggahan pedagang-pedagang besar selain berdagang mereka juga memperkenalkan budaya mereka pada masyarakat setempat sehingga terjadilah perubahan budaya dengan percampuran budaya yang ada.
Penyebaran agama
Masuknya unsur-unsur agama Hindhu dari India atau budaya Arab bersamaan proses penyebaran agama Hindhu dan Islam ke Indonesia demikian pula masuknya unsur-unsur budaya barat melalui proses penyebaran agama Kristen dan kolonialisme.
Peperangan
Kedatangan bangsa Barat ke Indonesia umumnya menimbulkan perlawanan keras dalam bentuk peperangan, dalam suasana tersebut ikut masuk pula unsure-unsur budaya bangsa asing ke Indonesia.


                KESIMPULAN

Semua perubahan yang terjadi banyak berakibat dari kebudayaan yang datang silih berganti dari setiap Negara yang menghampiri Indonesia dengan berbagai alasan seperti hanya ingin berdagang, berlibur, atau hanya sebagai transit saja. Adanya peran pemerintah untuk membatasi atau menyaring budaya yang masuk selain itu peran pendidikan yang memupuk rasa nationalisme dan menjaga culture bangsa yang telah turun menurun. Selain itu peran keluarga yang membentuk suatu karakter anak agar tetap mempunyai nilai-nilai norma budaya yang masih kental walaupun sudah banyak dipengaruhi oleh budaya luar yang bertolak belakang dengan budaya ke Timuran. Semua kembali pada kesadaran individu serta lingkungan sekitarnya.
Saran kepada Pemerintah diadakannya kesenian-kesenian daerah seperti tari sebagai pelajaran wajib disekolah selain itu diadakan lomba music pop atau R&B bercampur musik traditionalnya. Sehingga dapat memicu kreatifitas anak dalam berkarya selain itu memupuk kecintaan anak terhadap Negara dan bangsanya yang kaya akan  budayanya.  Sehingga para remaja atau anak muda tidak merasa kuno atau aneh mendengar musik traditional justru semakin kaya lagi dengan bercampur musik traditional. Ditanamkan pada anak untuk mencintai product dalam negeri serta membuat suatu karya hasil tangan yang diproduksi dari bahan alami yang ada di Indonesia. Banyak membuat acara lomba-lomba designer kebaya modern sehingga remaja tidak lagi terkesan kuno akan dengan pakaian khas bangsanya sendiri jusru dengan memakai kebaya bangga akan negaranya sendiri. Selain itu pemerintah memberikan penghargaan bagi anak-anak yang berprestasi dalam segala bidang terutama yang berhasil membawa nama Indonesia dihadapan Dunia, karena akan memicu semangat para penerus bangsa untuk berjuang demi negaranya serta merasa lebih merasa dihargai oleh Negara dan pemerintah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar